Posts

Seminar on Debating NUDC dan KDMI Tahun 2024 di Universitas Tidar

MAGELANG, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni-Universitas Tidar mengadakan Seminar on Debating NUDC dan KDMI Tahun 2024 di Ruang Multimedia (7/3). Kamis, 7 Maret 2024 dilaksanakan Seminar Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan Jumat, 8 Maret 2024 dilaksanakan Seminar National University Debating Championship (NUDC) yang bertujuan untuk memberikan materi dasar debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kepada 40 (empat puluh) mahasiswa delegasi KDMI dan NUDC yang akan berkompetisi ditingkat Universitas Tidar. Narasumber Seminar KDMI yaitu Zakaria Akhmad dan narasumber Seminar NUDC yaitu Mafridho Bagus Yusuf merupakan mantan delegasi KDMI dan NUDC sekaligus pernah menjadi juri tingkat nasional kompetisi tersebut.

Narasumber Zakaria Akhmad memberikan materi KDMI

Zakaria Akhmad menyampaikan materi mengenal sistem debat parlemen Asia dan Australia, komponen penilaian debat, jenis mosi debat, cara membuat argumen, dan elaborasi sanggahan pada Seminar KDMI (7/3). Diakhir sesi perwakilan mahasiswa diminta untuk praktek debat bahasa Indonesia mengaplikasikan materi yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Narasumber Mafridho Bagus Yusuf memberikan materi NUDC

Mafridho Bagus Yusuf menyampaikan materi Debating for Varsities, Konsep British Parliamentary, Konsep POI (Point of Interest), Konsep Asian Parliamentary, Types of Motion, dan Praktik Debat pada Seminar NUDC (8/3). Diakhir sesi perwakilan mahasiswa diminta untuk praktek debat bahasa Inggris mengaplikasikan materi yang sudah dijelaskan sebelumnya.

“Saya sangat senang melihat para mahasiswa antusias menyimak materi dan bersemangat saat praktek debat. Mahasiswa Universitas Tidar sebenarnya mempunyai potensi namun masih membutuhkan banyak latihan dan sparing debat dengan Perguruan Tinggi lain untuk menambah jam terbang”, ujar Zakaria Akhmad.

Penulis : Aditya Handayani, S.Kom.

UNTIDAR GELAR TRAINING CAMP CALON DOSEN PEMBIMBING PKM, P2MW DAN PPK ORMAWA

MAGELANG, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni-UNTIDAR gelar Training Camp Calon Dosen Pembimbing PKM, P2MW, dan PPK Ormawa di ruang FT 3 Lt 3 Ruang E.03.03.04 – E.03.03.05, Fakultas Teknik Universitas Tidar, Selasa (30/1). Rektor Universitas Tidar pada sambutannya memberikan ucapan selamat datang kepada seluruh dosen peserta kegiatan Training Camp yang hadir. “Diharapkan bapak ibu dosen dapat membimbing dengan lebih baik. Kolaborasi lintas bidang sebagai inovasi kegiatan kemahasiswaan dan rencana strategis. Adanya rekognisi kegiatan kemahasiswaan ke dalam mata kuliah program studi. Kompetisi PKM, P2MW, dan PPK ORMAWA sudah mulai mempersiapkan sejak awal, semoga diberikan hasil yang lebih baik di tahun ini”, kata Prof. Sugiyarto Rektor UNTIDAR.

Sambutan Rektor UNTIDAR

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni memberikan pengantar mengenai capaian IKU 1 dan IKU 2 yang mengalami peningkatan pada tahun ini. Ada inovasi dari bidang kemahasiswaan yaitu para dosen pengusul penelitian ataupun pengabdian yang menerima pendanaan di LPPM diwajibkan menjadi pembimbing PKM Mahasiswa. PKM yang tidak lolos di Belmawa, maka akan didanai di tingkat Universitas. “Diharapkan semua dosen UNTIDAR berkenan untuk membimbing mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan. Jangan pernah berhenti berkarya untuk UNTIDAR”, pesan Prof. Parmin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Prof. Parmin juga menyampaikan materi mengenai “Strategi Menyusun Proposal dan Sub Proposal PPK Ormawa”. Sosialisasi kegiatan PPK Ormawa akan dilaksanakan secara daring pada tanggal 11 Februari 2024. Jumlah topik yang ditawarkan ada 14 topik. Diharapkan semua dosen mempelajari panduan PPK Ormawa dalam menyusun subproposal. Tiap dosen hanya dapat membimbing 1 subproposal. Dalam penyusunan subproposal harus memperhatikan strategi-strategi yang bisa memenuhi poin penilaian dan menghindari hal-hal yang tidak boleh ada dalam tulisan subproposal. Mengadakan simulasi penilaian sesuai dengan matriks yang ada. Dengan demikian, subproposal yang telah disusun bisa lolos pendanaan PPK Ormawa tahun 2024.

Arahan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

Narasumber pertama Bapak Suherman (tim PKM Belmawa) memberikan materi mengenai “Strategi penyusunan proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) tahun 2024”. Backbone dari ide kreatif mahasiswa adalah dosen bukan mahasiswa. Hal ini yang menjadikan stabilitas keberlangsungan kegiatan PKM di Perguruan Tinggi. Pelaksanaan PKM terbaru di tahun 2024 menjadi 3-4 bulan. Dosen harus teliti terhadap format, karena format juga sangat menentukan selain substansi dan lain-lain. Dosen harus mengecek ulang proposal PKM yang diajukan oleh mahasiswa. Proposal PKM harus terdiri dari mahasiswa yang berbeda angkatan. Judul tidak boleh lebih dari 20 kata (ideal 10 – 15 kata). Selain itu, cek kembali aturan penulisan lainnya seperti spasi, margin, jumlah halaman, dan sebagainya. Pada intinya, meminimalisir mahasiswa melakukan larangan aturan pendanaan PKM supaya proposal bisa lolos administrasi dan bisa lanjut ke tahap substansi. Beberapa aturan lainnya akan dituangkan pada masing-masing skema. Sebagai contoh, PKM Riset penelitian harus ada keterbaruan, sumber literatur harus tahun terbaru dan sebanyak 12 pustaka. PKM-PM dengan mitra non-profit seperti panti asuhan, sekolah, PKK, karang taruna, dll dan permasalahan berasal dari mitra tersebut. PKM-K fokus pada fungsional produk (ide kreatif produk). PKM-KC berupa prototype produk. PKM-GFT dapat diimplementasikan pada 5 hingga 10 tahun ke depan. Metode untuk mendapatkan judul baru bisa dengan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Tiap mahasiswa dibatasi maksimal mengikuti 1 judul pendanaan kegiatan dan 1 judul insentif. Paparan materi oleh narasumber 1 berlangsung sangat kondusif dan berjalan lancar. Setelah paparan materi, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dengan peserta training camp.

Paparan Materi tentang Strategi penyusunan proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) tahun 2024 oleh Narasumber

Narasumber kedua Ibu Siti Andarwati (Tim P2MW Belmawa) memaparkan materi mengenai penyusunan proposal P2MW. Pendaftaran dan seleksi awal harus mematuhi beberapa persyaratan, salah satunya usaha yang didaftarkan oleh mahasiswa bukanlah bisnis dosen pembimbingnya. Tracking keuangan dibutuhkan supaya bisa masuk ke KMI, dan tipsnya adalah usaha yang sedang bertumbuh. Pada kegiatan P2MW ini, ditujukan pada produk yang tidak umum di pasaran, tetapi produk tersebut optimis laku. Dalam P2MW yang lebih dinilai adalah usaha penjualannya. Selain itu, nama kreasi produk yang membedakan dengan kompetitor. Pemilihan kategori juga jangan sampai salah. Penyusunan proposal P2MW tidak terlepas dari matrik penilaian yang ada di panduan. Mencari noble purpose yang berkaitan dengan produk. Produk yang akan diproduksi, harus dipikirkan pertama kali adalah sasaran pasar (konsumen yg potensial). Untuk seleksi proposal, saat pengisian RAB tidak melanggar aturan PMK, karena konsekuensinya adalah proposal tersebut tidak akan full pendanaannya. Paparan dari narasumber kedua telah berlangsung dengan baik dan kondusif, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta training camp.

Secara keseluruhan, kegiatan training camp calon dosen pembimbing PKM, P2MW, dan PPK Ormawa ini berlangsung dengan baik dan sesuai jadwal. Semua peserta telah mengikuti kegiatan dengan sangat antusias dan mengikutinya hingga kegiatan selesai.

Penulis : Aditya Handayani, S.Kom.

UKM Pelita Universitas Tidar Mengadakan Webinar Sharing Session PKM, P2MW, dan PPK Ormawa

MAGELANG, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni-UKM Pelita mengadakan Webinar Sharing Session PKM, P2MW, dan PPK Ormawa secara online melalui zoom meeting, Sabtu (16/12). Tujuan diadakannya webinar ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa sebagai bekal dalam mengikuti kompetisi PKM, P2MW, dan PPK Ormawa, di mana ketiga program tersebut merupakan ajang kompetisi hibah dari Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek yang bergengsi di kalangan mahasiswa yang diadakan setiap tahunnya. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Universitas Tidar dan semua perguruan tinggi se-Indonesia.

Sharing session kali ini diisi oleh tiga pemateri yang merupakan mahasiswa yang telah lolos pendanaan PKM, P2MW, PPK Ormawa. Pemateri pertama bernama Layli Nafila, merupakan mahasiswa yang telah lolos pendanaan PKM tahun 2023. Pemateri kedua bernama Wakhidatul Choeriyah, merupakan mahasiswa yang telah lolos pendanaan P2MW tahun 2023. Pemateri ketiga bernama Gilang Wisnu Harsono, merupakan mahasiswa yang telah lolos pendanaan PPK Ormawa tahun 2023. Dalam kegiatan webinar ini, ketiga pemateri menyampaikan bagaimana pengalaman mereka selama mengikuti ketiga program tersebut serta bagaimana tips and trick agar dapat lolos pendanaan.

Sharing Session PKM, P2MW, dan PPK Ormawa

Setelah mengikuti kegiatan webinar ini, para peserta diharapkan memiliki motivasi untuk mengikuti program PKM, P2MW, dan PPK Ormawa. Pengalaman yang didapatkan dari para pemateri juga dapat dijadikan referensi dalam mengikuti ketiga program tersebut.

“Kegiatan webinar ini merupakan salah satu program kerja dari UKM Pelita yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman kepada mahasiswa sebagai bekal untuk mengikuti kompetisi PKM, P2MW, dan PPK Ormawa, dimana program tersebut menjadi ajang kompetisi bergengsi di kalangan mahasiswa yang diadakan setiap tahunnya. Di harapkan para peserta dapat mengambil ilmu dari para pemateri sebagai langkah awal dalam mempersiapkan diri sebelum mengikuti kompetisi baik PKM, P2MW, maupun PPK Ormawa”, ujar Zanuba Azizah Rahmawati Ketua Panitia.

Penulis : Aditya Handayani, S.Kom.

GenBI UNTIDAR Selenggarakan GenBI Goes To School

MAGELANGBidang Kemahasiswaan dan Alumni-GenBI UNTIDAR menyelenggarakan acara GenBI Goes To School dengan tema Mengenal Rupiah Lebih Dekat Bersama GenBI di SMAN 2 Kota Magelang, Senin (4/12).

Penyampaian Materi

Materi pertama CBPR (Cinta, Bangga, Paham Rupiah). Langkah – langkah untuk “Cinta Rupiah” diantaranya, Kenali rupiah; Manjaga uang rupiah; dan Merawat uang rupiah. Apabila menemui adanya uang rupiah palsu maka dapat melaporkan ke contact person Bank Indonesia di daerah masing – masing. Langkah – langkah “Bangga Rupiah” diantaranya, Rupiah sebagai simbol kedaulatan; Rupiah sebagai alat pembayaran; dan Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa. Langkah – langkah “Paham Rupiah” diantaranya, Transaksi dengan Rupiah; Berbelanja dengan Rupiah; dan Berhemat.

Materi kedua QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS adalah QR code yang distandarisasi dari Bank Indonesia. Keuntungan QRIS membuat pembayaran lebih efektif, adanya riwayat transaksi yang bisa diperiksa, dan menghindari tidak adanya uang kembalian. QRIS dapat berasal dari semua bank baik bank bank umum maupun bank bank digital melalui mobile banking.

Materi ketiga mengenai Sosialisasi Beasiswa Bank Indonesia. Beasiswa Bank Indonesia adalah beasiswa yang diperuntukan bagi mahasiswa program sarjana dan diploma. Batas bisa mendaftar Beasiswa Bank Indonesia setelah menempuh minimal 40 sks atau kurang lebih berada di semester 3. Tujuan beasiswa Bank Indonesia diantaranya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, indeks pembangunan manusia dan daya saing Indonesia. Program studi yang diprioritaskan yaitu ilmu ekonomi, studi pembangunan, akuntansi, manajemen, ekonomi islam, perbankan, matematika, statistika, ilmu komputer, teknogi informasi, teknik industri, dan informatika. Beasiswa Bank Indonesia tidak semua kampus menyediakan beasiswa BI tetapi hanya perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia salah satunya Universitas Tidar. Tahapannya ada Seleksi Administrasi dan Seleksi Wawancara. Setelah dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia maka mahasiswa yang bersangkutan akan otomatis tergabung ke dalam komunitas GenBI (Generasi Baru Indonesia). Setelah pemaparan materi ketiga selesai selanjutnya dilanjutkan dengan sesi diskusi.

“Alhamdulillah guru dan siswa sangat antusias dengan materi yang kami sampaikan. Pada sesi diskusi banyak siswa yang bertanya itu menunjukkan mereka mendengarkan dan memperhatikan apa yang kami sampaikan. Harapannya semoga kami dapat mengedukasi masyarakat dengan cakupan audiens yang lebih luas lagi kedepannya”, ujar Ketua GenBI UNTIDAR Rizqi Amalia Suwandi.

Penulis : Aditya Handayani, S.Kom.

UNTIDAR Gelar Seminar Nasional Pemberdayaan Desa Oleh Ormawa

Guna meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan (ormawa), UNTIDAR menggelar Seminar Nasional Pemberdayaan Desa Oleh Ormawa, Jumat (29/9/2023) bertempat di Gedung dr.H.R.Suparsono UNTIDAR.

Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan secara luring dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya, antara lain Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Riset dan Teknologi), Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar), dan Prof. Dr. uyu Wahyudin, M.Pd. (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia).

Semnas ini diikuti oleh 12 Universitas yang berasal dari 6 Provinsi di Indonesia. Berikut rincian peserta:

  1. Univ IT Telkom Purwokerto
  2. UAD
  3. Univ Cokro Aminoto Palopo
  4. UDINUS
  5. Univ Jember
  6. Univ Maarif NU Kebumen
  7. Univ Mercubuana Yogyakarta
  8. Univ Muara Kudus
  9. Univ Negeri Surabaya
  10. Univ Telkom Bandung
  11. Universitas Udayana
  12. Universitas Tidar

Dalam sambutannya Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. (Rektor UNTIDAR) mengatakan, sebanyak 12 kelompok PPK Ormawa UNTIDAR lolos pendanaan Belmawa. Semoga dengan adanya Seminar Nasional Pemberdayaan Desa oleh ORMAWA dapat memberikan edukasi positif bagi Ormawa untuk bisa berdaya guna bagi masyarakat dan sebagai ajang silaturahmi antar ORMAWA agar terjalin hubungan erat satu sama lain ke depannya.

Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd. dalam pemaparan Materi Inovasi Model-model Pemberdayaan Masyarakat Desa oleh Ormawa memberika beberapa contoh implementasi model program ormawa: desa wirausaha, smart farming, sekolah Perempuan, desa digital, desa cerdas, dan kampung iklim. Program ini perlu diperhatikan berapa persen dampaknya pada pengembangan SDGs.

Kemudian materi selanjutnya Gambaran Umum Abdidaya Ormawa oleh Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., menjelaskan bahwa PPK Ormawa perlu mempersiapkan diri agar dapat lolos kegiatan abdidaya.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. yang memaparkan Support System Perguruan Tinggi untuk PPK Ormawa yang Berkualitas, menjelaskan Ormawa telah memiliki program pengabdian kepada Masyarakat, bahkan sampai desa binaan, sehingga modal ini dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan proposal.

Selanjutnya kegiatan diisi oleh diskusi, dalam diskusi ini terlihat banyak mahasiwa yang mengajukan pertanyaan. Acara ditutup dengan pengumuman best papper.

Penulis : Aditya Handayani, S.Kom.